Saturday, August 4

Trying to Sustain a Pillar of Democracy


You may be right, but other people may also be right. Only through a bloody conscious and conscientious mind will we be able to see the problem clearly, from which we may have a framework to base on, perceive something in a wider context and begin to approach them more wisely, without any prejudice and feeling of enmity; without any feeling of superior to other people in terms of one’s capability and belief; without any political interests and personal ambition to conquer the world. That we are born as different individuals so that diversity and plurality should be highly respected in this country. It’s what a genuine democracy is all about (self-attempt to sustain a pillar of democracy).

Anda mungkin benar, tapi orang lain juga bisa jadi benar. Hanya melalui hati nurani yg bersih dan pikiran yg jernihlah kita mampu melihat permasalahan secara lebih jelas, dan dari situlah kita memiliki tempat untuk berpijak, memandang sesuatu dalam konteks yg lebih luas dan mulai menyikapinya secara lebih bijak, tanpa ada prasangka buruk dan rasa permusuhan; tanpa merasa lebih unggul dan lebih super dari  orang lain dalam hal kemampuan dan keyakinan; tanpa ada motif politik dan ambisi diri untuk menguasai dunia. Bhw kita dilahirkan sbg individu yg berbeda shg keanekaragaman dan pluralitas sudah selayaknya dijunjung tinggi di bumi pertiwi. Itulah sejatinya arti sebuah demokrasi (mencoba menegakkan tonggak demokrasi).

No comments:

Post a Comment